PEMANFAATAN KELAS MAYA PADA PEMBELAJARAN ABAD 21



Salah satu tanda berkembangnya dunia terutama pada abad 21 adalah dengan dimanfaatkannya teknologi informasi dan komunikasi dalam segala sendi kehidupan. Jika dulu jarak menjadi sebuah penghalang bagi kita yang ingin bertemu seseorang. Sekarang cukup dengan  sebuah gawai kita dapat terhubung dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.  Bahkan, siaran langsung yang beberapa tahun yang lalu hanya dapat dilakukan oleh media televisi, sekarang sudah dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki akun facebook.

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi ini juga berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Cara-cara mengajar secara konvensional mulai ditinggalkan oleh pendidik di Indonesia. Mereka mulai mencari teknik-teknik ataupun metode-metode pembelajaran yang terintegrasi dengan kecakapan abad 21 yang notabene lebih menarik bagi siswa sehingga siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Selain dengan meningkatkan literasi, untuk mencapai tujuan tersebut guru-guru di Indonesia juga selalu up to date dengan perkembangan teknologi dan komunikasi guna meningkatkan kompetensi literasi digitalnya.

International Society for Technology in Education dalam Daryanto dan Syaiful Karim (2017:3-6), membagi keterampilan guru abad 21 ke dalam lima kategori, yaitu:
1.   Mampu memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas peserta didik, dengan indikator:
2.   Merancang dan mengembangkan pengalaman belajar dan asessmen era digital.
3.   Menjadi model cara belajar dan bekerja di era digital.
4.   Mendorong dan menjadi model tanggung jawab dan masyarakat digital.
5.   Berpartisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan profesional.

Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa Pustekkom mempunyai tugas untuk melaksanakan pembangunan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan. Berdasarkan peraturan tersebut pada Juli 2011 dikembangkanlah suatu portal pembelajaran yang diberi nama portal Rumah Belajar. Kurniawan dalam Pustekkom (2018) mengemukakan bahwa Portal Rumah Belajar merupakan salah satu usaha untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui media jaringan atau secara online.

Untuk saat ini, Portal Rumah Belajar menyediakan 8 fitur utama yang dapat dimanfaatkan pendidik dan peserta didik guna memenuhi tujuan pembelajaran terutama pembelajaran berbasis digital. 8 fitur tersebut antara lain: Sumber Belajar, BSE, Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, PKB dan Kelas Maya. Tentu saja setiap fitur mempunyai fungsi yang berbeda dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Namun, untuk mempermudah kita dalam mengakses Portal Rumah Belajar langkah awal yang harus dilakukan adalah registrasi terlebih dahulu.


Pada kesempatan ini penulis ingin memberikan informasi terkait salah satu fitur Portal Rumah Belajar yaitu Kelas Maya. Kelas Maya merupakan salah satu LMS (Learning Management System) yang dikembangkan secara khusus guna memfasilitasi terjadinya pembelajaran secara online antara peserta didik dengan peserta didik kapan saja dan di mana saja. Strategi pembelajaran di Kelas Maya sendiri lebih bersifat konstruktivistik yang menuntuk pembelajaran yang aktif dan tentu saja berpusat pada keaktifan peserta didik. Model pembelajarannya sendiri dirancang sebagai pelengkap pembelajaran di kelas dengan menonjolkan aktivitas asinkronus berdasarkan fasilitas TIK yang disediakan sekolah.

Kelas Maya Rumah Belajar memiliki potensi besar dalam pembelajaran yang bersifat jarak jauh dalam jaringan sehingga dapat digunakan untuk:
a.    Pengganti pembelajaran tatap muka saat materi pembelajaran belum sepenuhnya tersampaikan oleh pendidik.
b.    Sarana untuk meningkatkan prestasi belajar siswa saat siswa belum mampu mencapai KKM (Program Remidial).
c.    Kelas tambahan, misalnya saat siswa SMK sedang praktik ataupun magang di luar sekolah.
d.    Sarana pendukung dalam pelaksanaan model-model pembelajaran, misalnya dalam penerapan pembelajaran flipped classroom pada pembelajaran praktikum.

Untuk memanfaatkan fitur Kelas Maya ini setidaknya perlu dukungan pihak-pihak terkait. Sekolah sebagai penyelenggara membuat kebijakan untuk membuka kelas maya, mengatur, merencanakan, dan melaksanakan pembelajaran. Pendidik sebagai pengelola kelas maya memiliki peran penting terkait dengan tugas perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan tentu saja evaluasi kegiatan. Siswa sebagai subjek pembelajaran, dituntut untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu materi serta meningkatkan kemandiriannya dan kesungguhannya dalam mengikuti kelas maya.

Untuk memanfaatkan kelas maya sekolah harus mendaftar sebagai penyelenggara. Dengan menjadi penyelenggara pihak sekolah dapat mengelola kelas (menambah kelas yang akan dibuka), mengelola guru (menambahkan guru), mengelola siswa, memonitor aktifitas pengguna dalam waktu yang dikehendaki secara perorang baik siswa maupun guru.

Selanjutnya langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memanfaatkan kelas maya bagi guru antara lain: mengubah profile, Mendaftar di Rumah Belajar, membuat rancangan pembelajaran, menyiapkan bahan belajar, membuat tugas dan soal ujian, membuat topik diskusi dan memonitor aktifitas diskusi, dan memberikan informasi dan pemberitahuan penting melalui pengumuman dan melakukan penilaian.

Sedangkan untuk siswa, langkah yang harus dilakukan untuk dapat memanfaatkan kelas maya antara lain: mendaftar di Rumah Belajar, memilih kelas maya, mempelajari bahan belajar yang disediakan, mengerjakan dan mengunggah tugas, melakukan diskusi dengan topik yang diberikan, melihat pengumuman dan mengikuti ujian.

Dengan tersedianya kelas maya diharapkan dapat meningkatkan antusias siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Untuk mengetahui pemanfaatan kelas maya khusunya dalam program remidial silahkan klik tautan di bawah ini.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.