VCT BATCH 3, JEMBATAN UNTUK MENJADI GURU DIMASA DEPAN



Sebelum mengikuti kegiatan VCT batch 3, penulis sudah pernah merasakan bagaimana belajar secara online. Pada tahun 2008 hingga 2011 penulis mendapatkan kesempatan untuk menempuh program PJJ ICT S1 PGSD di Universitas Jember. Mengapa dinamakan PJJ ICT? Karena program kuliah ini berbeda dengan perkuliahan biasanya. Jika perkuliahan reguler dosen dan mahasiswa bertatap  muka secara langsung, tidak demikian dengan PJJ ICT.

PJJ ICT sendiri merupakan kependekan dari Pendidikan Jarak Jauh berbasis Information, Comunication, and Technology jadi perkuliahan ini menggunakan sistem blended learning yaitu adanya sistem tatap muka pada masa residensial dan juga menggunakan LMS (Learning Management System) untuk pengunduhan dan pengunggahan tugas. Kebetulan pada waktu itu Depdiknas menggandeng SEAMOLEC untuk bekerja sama dalam pelaksanaan perkuliahan ini.

Kegiatan kedua yang memanfaatkan LMS yang diikuti penulis adalah program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahap 1 yang juga dilaksanakan di Universitas Jember. Kegiatan ini merupakan syarat yang harus diikuti guru guna mendapatkan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik merupakan pengganti program Akta IV yang sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2005.

Sama seperti program PJJ ICT S1 PGSD, program PPG Dalam Jabatan tahap 1 juga menggunakan sistem blended learning, yaitu adanya tatap muka (workshop) dan juga sistem daring. Selama 4 bulan mahasiswa dituntut untuk mengerjakan tugas yang telah disiapkan pihak Kemenristek Dikti di portal Spada. Selanjutnya mahasiswa mengikuti kegiatan workshop dan PPL di LPTK dan sekolahnya masing-masing selama 2 bulan.

Dari dua kegiatan ini penulis dapat mencicipi pembelajaran abad 21 yang sekarang menjadi trend tersendiri di Indonesia. Dengan mengikuti dua kegiatan ini sedikit banyak penulis dapat mempraktikkan kepada siswanya di sekolah.
Sebenarnya, pada bulan Januari 2019 penulis sudah mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan VCT batch 1 yang diadakan oleh SEAMEO lewat media facebook maupun whatsapp. Namun karena adanya kegiatan lain penulis tidak mengikuti kegiatan tersebut. Dan hal serupa terjadi untuk VCT batch 2, namun penulis sedikit banyak tetap membaca dan mengamati baik narasi maupun flyer yang berseliweran baik di facebook maupun di whatsapp.



Dari narasi dan flyer inilah awal ketertarikan dari penulis untuk mengikuti kegiatan VCT batch 3. Pada flyer yang dibuat oleh peserta VCT batch 2 tertulis bermacam-macam materi yang akan disuguhkan oleh pemateri. Bukan hanya tentang pendidikan, bahkan ada juga yang membagikan tentang cara membatik, resep masakan, dan lain-lain. Tetapi yang lebih menarik hati penulis untuk mengikuti kegiatan ini adalah bagaimana peserta dapat mengelola aplikasi webex yang digunakan peserta untuk mempresentasikan materinya kepada peserta yang lain. Karena ke depan, aplikasi semacam webex ini yang akan digunakan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan maupun seminar-seminar secara virtual dengan peserta mencapai 1000-an.

Tanpa pikir panjang penulispun mengklik tautan http://bit.ly/VCT_Batch3 untuk mendaftar sebagai peserta. Selain mendaftar di link tersebut, penulis terus memantau FB SEAMAO yang juga terus menginformasikan jumlah peserta yang mengikuti. Akhirnya sampai tenggat waktu yang ditentukan ada sekitar 14.000-an peserta yang melakukan registrasi.

Setelah melakukan registrasi peserta dibagi menjadi beberapa grup dan diminta untuk mengikuti Vicon pertama yang salah satu pematerinya  adalah Bpk. Gatot Hari Priowirjanto, beliau adalah direktur SEAMEO yang berkantor di Bangkok. Materi yang disampaikan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan VCT batch 3. Adapun isi materi Vicon ini antara lain

1.    Peserta bergabung dalam grup WA masing-masing.

2.    Peserta dilarang mengeshare konten hoax dan juga menyinggung sara pada grup WA.
3.    Peserta wajib menggunakan username dan juga foto profil asli pada akun Wanya.
4.    Peserta yang sudah left tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam grup.
5.    Peserta yang bertugas dalam Vicon wajib saling berkoordinasi dan berkolaborasi.
6.    Peserta diharapkan mejaga etika dan sopan santun dalam grup WA.
7.    Untuk mendapatkan sertifikat berpredikat lulus, peserta harus menyelesaikan tugas-tugas yaitu: 2 kali menjadi moderator, 2 kali menjadi host, dan 2 kali menjadi presenter.


Penulis sendiri tergabung dalam grup VCI 21 Jatim 5. Di grup ini terdapat kurang lebih 120 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Propinsi Jawa Timur. Adapun instruktur yang tergabung dalam grup ini antara lain.
1.    Gatot Hari Priowirjanto yang merupakan direktur SEAMEO.
2.    Siti Zulaiha yang merupakan koordinator Tim.
3.    Umi Tera Lestari juga merupakan koordinator Tim.
4.    Fransiska Shinta dari Kediri (instruktur)
5.    Endang Sulistiyowati (instruktur)
6.    Diyah Yustianan dari Kediri (instruktur)
7.    Fajariati Herina dari Lamongan (instruktur)
8.    Muhamad Charis (instruktur)
9.    Kemisih (instruktur)

Setelah peserta dibagi menjadi beberapa grup, instruktur memberikan beberapa tautan yang berisikan materi-materi yang harus dipelajari secara mandiri oleh peserta. Materi yang diberikan antara lain Tutorial join meeting pada webex menggunakan HP androoid, tutorial membuat formulir online dengan zoho forms ataupun dengan google forms, membuat flyer dengan power point, membuat narasi, dan juga tutorial merekam vicon dengan aplikasi fashtoon dan juga camtasia. Semua materi di atas wajib dipelajari dan dikuasai peserta, bila ada kendala atau kesulitan bisa ditanyakan kepada instruktur. Pada tahap ini tidak ditemukan kendala berarti karena instrktur dengan sangat baik membimbing penulis dengan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh penulis.

Penulis menjalani tugas pertama sebagai host sekaligus moderator pada tanggal 8 Maret 2019. Menjadi moderator pada sesi 8 dan langsung menjadi host pada sesi 9. Adapun materi yang disampaikan pada saat penulis menjadi moderator adalah “Pembuatan Quiz Online untuk Guru” dengan presenter Ibu Sriarianie dari SMKN 2 Buduran Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan pada sesi 9 penulis menjadi host pada materi “Ecoprint Materi kelas 7 Ragam Hias Tekstil” yang disampaikan oleh Ibu Hera Kartika Yuanita, S. Pd., MM., dari SMPN 8 Probolinggo. Sedangkan tugas sebagai presenter dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 10 Maret 2019 dengan materi “Satu Jam Menjadi Jawara Pantun”.



Setelah melaksanakan tugas pertama, tugas kedua sebagai host, moderator, dan presenter langsung dilaksanakan pada hari yang sama yaitu hari Senin, 11 Maret 2019. Penulis menjadi host pada sesi 5 dengan materi “Handuk Bekas Dibuang Sayang” yang dipresenteri oleh Ibu Hera Kartika Yuanita, S. Pd., MM., dari SMPN 8 Probolinggo. Dilanjutkan pada sesi 6 penulis menjadi presenter dengan materi “Pemanfaatan Kelas Maya Untuk Kegiatan Remidial”. Sedangkan tugas sebagai moderator dilaksanakan pada sesi 7 dengan materi “Pentingnya Pengetahuan Tentang Manfaat dan Bahaya Zat-Zat Kimia dalam Kehidupan” yang disampaikan oleh Ibu Nur Widajati dari SMAN 1 Widodaren.


Dari kegiatan VCT batch 3 ini penulis baru tahu apa saja tugas host, moderator, dan presenter dalam diskusi yang dilaksanakan secara virtual dengan aplikasi webex. Seorang host bertugas mengatur jalannya diskusi, hostlah yang mengendalikan pertemuan di webex, host memiliki wewenang untuk memadamkan speaker peserta dan juga menghidupkannya kembali. Selain itu host juag yang dapat mengatur dari peserta menjadi presenter. Seorang moderator bertugas mengatur jalannya diskusi sedangkan presenter adalah orang yang menyampaikan materi kepada peserta.

Tidak ada satu kegiatan yang dilalui tanpa adanya hambatan dan tantangan. Hal ini juga yang dialami oleh penulis. Kegiatan VCT batch 3 ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi webex, sebuah aplikasi yang tentu saja harus suport dengan koneksi internet. Awalnya (pada kegiatan vicon pertama), penulis menggunakan paket data nomor seluler untuk mengikuti kegiatan ini. Namun yang terjadi 2 jam vicon itu menguras sekitar 1 gigabyte paket data. Akhirnya penulis memanfaatkan jaringan wifi di sekolah yang jaraknya kurang lebih 4 km dari rumah dalam kegiatan-kegiatan vicon selanjutnya.

Kendala kedua yang muncul adalah penulis mengalami hal yang disebut “Gagal Record” oleh teman-teman sesama peserta VCT batch 3. Yaitu proses peremakan video berhasil namun tidak diikuti dengan suara. Jadi video yang dihasilkan hanya video visual tanpa ada audio sama sekali. Setelah dicari penyebabnya, ternyata penulis salah dalam menggunakan headphone. Seharusnya jika merekam di PC/Laptop penulis harus menggunakan headphone khusus PC/Laptop. Pada kegiatan pertama sebagai presenter penulis malah menggunakan headphone HP untuk digunakan di PC. Akhirnya seperti yang penulis sampaikan di awal paragraf hasilnya video bisu (he..he..he). Hal ini langsung diatasi penulis dengan membeli sebuah headphone khusus PC. Hasilnya pada kegiatan sebagai presenter kedua vide0 yang dihasilkan nyaris sempurna.

Dengan mengikuti kegiatan VCT batch 3 ini banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh penulis. Mulai dari dapat membuat narasi, membuat flyer dengan power point ataupun aplikasi canva, membuat google forms ataupun zoho forms,penulis dapat mengelola aplikasi webex dan menggunakannya guna memfasilitasi pertemuan secara virtual dan manfaat yang paling mahal yang didapatkan penulis adalah tergabungnya penulis ke dalam komunitas alumni VCT yang di dalamnya tegabung guru-guru dari seluru Jawa Timur.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.